Showing posts with label Level Intermediet. Show all posts
Showing posts with label Level Intermediet. Show all posts

Modal Verb – Would 2

Akses Ilmu | 1:32 AM | 0 comments

Pelajaran ini adalah lanjutan dari unit Modal Verb – Would 1. Sekarang Science And Education akan membahas lebih lanjut tentang beberapa keguanaan lain dari modal verb would.


 



 


Wish … would digunakan apabila pembicara menginginkan situasi sekarang menjadi berbeda. Pembicara tidak puas dengan situasi yang ada dan pembicara menganggap bahwa hal yang diharapkan tidak akan mungkin terjadi. Contoh:


  • I wish Jane would call me.

  • I wish they would stop fighting.

  • I wish the dog would stop barking.

  • I wish the dog wouldn’t keep barking.



 


Karena wish…would sering digunakan untuk mengungkapkan keluhan, maka tidak lazim menggunakan struktur ini untuk membicarakan tentang diri anda. Contoh:


  • “I wish I’d study more.” Ini tidak lazim meskipun bukannya tidak benar.



 


Wish…would digunakan untuk tindakan, tetapi tidak lazim untuk kondisi/keadaan.


- I wish I had more time. Memiliki (“have”) sesuatu merupakan keadaan dan bukan tindakan, jadi kita gunakan past tense “had”.
- I wish I would have more time. Tidak benar
- I wish I knew the answer.
- I wish I would know the answer. Tidak benar


 



 


Would rather + kata kerja (kata kerja dasar) digunakan untuk menyatakan kecondongan (preferensi). Ini sering menunjukkan bahwa kita tidak menyukai pilihan yang tersedia lainnya. Contoh:


  • “Let’s go shopping this evening”. “Oh, I‘d rather go tomorrow.” (And I don’t want to go this evening)

  • “Which book would you rather buy?” “I’d rather buy this one. That one isn’t so good.”



 


Would rather juga digunakan dengan past simple apabila dimaksudkan untuk permintaan yang kuat, biasanya disertai otoritas. Contoh:


  • Can I meet John after lunch, Mom?” “Yes, but I‘d rather you did your homework first”.

  • “I‘d rather you didn’t tell anyone about the party. It’s going to be a surprise.”



Semua struktur dengan would rather lebih sering ditemukan dalam bahasa Inggris Britis.


 



 


Would mind digunakan untuk membuat permintaan yang sopan. Contoh:


  • “Would you mind closing the window?”

  • “Would you mind waiting a few minutes? I need to buy some stamps.”

  • “Would you mind if we didn’t come tonight? We’re just really tired, that’s all.”















































Read More
Share lewat: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Modal Verb – Would 1

Akses Ilmu | 9:11 AM | 0 comments

Modal Verb – Would 1









Would merupakan modal verb yang menyatakan beberapa jenis situasi imajiner atau hipotetik. Would sering disingkat menjadi ‘d, misalnya:




  • I would love to learn Spanish.

  • I‘d love to learn Spanish.


 

Penawaran dan permintaan

 

Would digunakan untuk membuat penawaran dan menunjukkan kerelaan. Contoh:


  • Would you like a cookie with your coffee?

  • Would you like to go out this evening?

  • Would you like some help?


 

Would juga bisa digunakan untuk membuat permintaan.


  • Would you open the door for me?


 

Kalimat diatas sedikit bernada perintah, misalnya seperti guru yang berkata kepada muridnya. Penggunaan Could dalam hal ini kurang tegas.


  • Could you open the door please?


 

Situasi hipotetik

 

Would digunakan untuk menunjukkan situasi-situasi hipotetik. Contoh:


  • I would love to go abroad. (Tetapi kenyataannya pembicara tidak sedang berada di luar negeri sekarang ini.)

  • You would be a great lawyer. (Tetapi kenyataannya You bukan seorang pengacara sekarang ini – menjadi seorang pengacara hanya dalam situasi khayal/imajiner).


 

Would sering digunakan dalam klausa utama kalimat pengandaian.


  • If I had time, I would visit my family.

  • I‘d go to the beach if it was sunny.


Untuk pembahasan lebih lengkap silakan lihat unit kalimat pengandaian.

 

Would sebagai bentuk lampau dari will

 

Would digunakan sebagai bentuk lampau dari will, yakni digunakan untuk prediksi masa akan datang yang dibuat di masa lampau. Contoh:


  • He‘ll call you tomorrow. (Prediksi akan datang dibuat sekarang.)

  • He said he’d call you tomorrow. (Prediksi dibuat di masa lampau)

  • They‘ll arrive at 7.00. (prediksi dibuat di masa sekarang)

  • They told me they would arrive at 7.00. (prediksi dibuat di masa lampau)


 

Kebiasaan masa lalu

 

Would bisa digunakan untuk kebiasaan masa lmpau, sebuah tindakan yang terjadi secara reguler di masa lampau. Contoh:


  • I would often play soccer when I was young.

  • My grandfather would always give us candy.


 

Perlu diperhatikan bahwa would tidak bisa digunakan untuk kondisi/keadaan di masa lampu, contoh:


  • “He would be handsome when he was younger.” Tidak benar.

  • “He was handsome when he was younger.” Ini benar


 

Would digunakan hanya untuk kebiasaan masa lampu – sesuatu yang terjadi banyak kali.

 

Untuk kondisi/keadaan di masa lampu kita bisa gunakan “used to”:


  • He used to be handsome when he was younger. (Dia dulunya tampan ketika masih muda).


Untuk informasi lebih lanjut silakan lihat unit tentang “Used to”.





- Lihat Video Penjelasan Modal Verb: Modal Verb - Would I



- Lihat Video penjelasan Modal Verb: Modal Verb - Would II




Read More
Share lewat: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Modal verb – Should / Ought to

Akses Ilmu | 8:30 AM | 0 comments

Modal verb – Should / Ought to










1. Should




 


Should adalah modal verb yang digunakan untuk memberikan nasihat dan anjuran. Contoh:


  • You should see a doctor.

  • You should keep your promises.

  • Should we buy her a present?



 


Should juga bisa digunakan untuk menunjukkan kewajiban. Contoh:


  • I should call my Mum tomorrow.

  • He should apologize to Mary.



 


Should juga digunakan untuk sesuatu yang diharapkan keberadaannya.


  • Tony should arrive here at 12.00.

  • It’s 12.30, and Tony should be here.

  • This book is wrong, that answer should be “A”.



 


Ought to


 


Ought to bisa digunakan selain should. Ought to kurang umum dibanding should dan kedengarannya lebih bernuansa Britis.


  • You ought to say thank you for the present. (You should say thankyou for the present)



 


Bentuk negatif dan bertanya kurang umum dan lebih bernuansa bahasa Inggris Britis.


  • We ought not to be late for the meeting.



 


Pertanyaan sering dibuat dengan “Do you think..”


  • Do you think I ought to get up earlier?



 


Pertanyaan yang hanya menggunakan ought to jarang dipakai.


- Ought I to get up earlier?


 


- Lihat Video penjelasan Modal Verb: Modal verb – Should / Ought to I





- Lihat Video penjelasan Modal Verb: Modal verb – Should / Ought to II





- Lihat Video penjelasan Modal Verb: Modal verb – Should / Ought to III










































Read More
Share lewat: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Modal Verb – Must / Have to

Akses Ilmu | 6:34 AM | 1comments



Modal Verb – Must / Have to



1. Must dan Have to yang berarti keharusan

Must dan have to adalah modal verb yang sering digunakan untuk menyatakan keharusan.


  • I have to go home now.

  • I must arrive by 12.00.


 

Have to digunakan untuk keharusan yang sifatnya umum. Contoh:


  • I have to finish this before 12.00. (Pembicara memiliki kewajiban umum untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut sampai jam 12.00)


 

Must digunakan untuk keharusan yang sifatnya mewakili pribadi.


  • I must finish this before 12.00. (Pembicara memiliki rasa tanggung jawab pribadi yang kuat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut).


 

Must tidak memiliki bentuk lampau, jadi kita gunakan have to untuk bentuk lampaunya.


  • I had to get up early this morning.

  • I must got up early this morning. Ini tidak benar.


 

Perhatikan bahwa have to kedengaran seperti kata kerja normal, bisa memiliki tenses-tenses berbeda dan menggunakan kata kerja bantu untuk pertanyaan dan kalimat negatif. Contoh:


  • Do we have to go out tonight?

  • You don’t have to come with us.


 

Must tidak menggunakan kata kerja bantu atau tenses-tenses berbeda.


  • Must we go out tonight? (Ini kedengaran lebih berbau Britis, I really don’t want to go out tonight.)

  • We mustn’t forget the tickets. (Tidak ada kata kerja bantu “to do”, cukup tambahkan not.)


 

Bentuk Negatif

 

Don’t have to berarti bahwa sesuatu tidak perlu, tetapi mungkin.


  • You don’t have to come, but you can if you want to.

  • We don’t have to leave today.


 

Must not lebih kuat dan berarti bahwa sesuatu yang dimaksud dilarang.


  • You must not push the red button.

  • We mustn’t be late.


 

2. Must dan have to yang berarti kepastian

Must dan have to juga bisa menyatakan kepastian.


  • This must be the ight way.

  • This has to be the right way.




- Lihat Video penjelasan Modal Verb:  Modal Verb – Must / Have to I



- Lihat Video penjelasan Modal Verb:  Modal Verb – Must / Have to II



- Lihat Video penjelasan Modal Verb:  Modal Verb – Must / Have to III




Read More
Share lewat: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Indefinite Pronoun (Kata Ganti Tak Tentu)

Akses Ilmu | 2:50 AM | 0 comments




Indefinite Pronoun (Kata Ganti Tak Tentu)




Indefinite pronoun (kata ganti tak tentu) berfungsi mengganti hal-hal yang spesifik menjadi konsep-konsep yang umum dan tidak spesifik. Contoh:




  • I want to live abroad in Italy.



  • I want to live abroad somewhere.




Dalam unit ini kita akan membahas indefinite pronoun yang terbentuk dari kata some, any, no, dan every.




Some/any

 


Some dan any bisa dikombinasikan dengan “-thing” untuk menunjukkan objek yang tidak ditentukan. Contoh:



  • There’s something outside the door.



  • There isn’t anything in the box.






Some dan any bisa dikombinasikan dengan “-body” atau “-one” untuk menunjukkan orang yang tidak ditentukan. Ada sedikit perbedaan makna antara “-body” dan “-one“. Contoh:



  • If you have a problem, someone/somebody will help you.



  • Do you know anyone/anybody who can help?






Kata benda gabungan ini mengikuti aturan yang sama seperti some dan any, yakni some digunakan pada kalimat afirmatif, dan any digunakan pada kalimat negatif dan pertanyaan. Contoh:



  • I need something from the supermarket.



  • I don’t need anything from the supermarket.



  • Do you need anything from the supermarket?






No 

 


No bisa dikombinasikan dengan berbagai kata benda yang artinya ketiadaan sesuatu. Contoh:



  • “Did you find your wallet? No, there’s nothing here.”



  • “Did anything happen?” “No, nothing happened.”





  • This job is going nowhere. (maksud: Tidak menjadi lebih baik.)



  • Nowhere is as good as here. (maksud: Aku suka disini yang paling baik.)





  • Is anybody here? No, there’s nobody here.



  • I waited for an hour but nobody came.






Terkadang kata-kata dengan no- bisa memiliki lebih banyak penekanan dibanding kata-kata dengan any. Contoh:



  • I didn’t tell anyone what happened.



  • I told nobody what happened.






Every 

 


Every bisa digunakan untuk menunjukkan sekelompok atau jumlah total sesuatu. Contoh:



  • Everything in this house is simple and useful.



  • Jane was sick last night, but everything is OK now.





  • Everyone was at Michael’s birthday party last night.



  • Baseball caps come from America, but people wear them everywhere.





- Lihat Video penjelasan Indefinite Pronoun: English Courses Indefinite Pronouns I



- Lihat Video penjelasan Indefinite Pronoun: English Courses Indefinite Pronouns II



- Lihat Video penjelasan Indefinite Pronoun: English Courses Indefinite Pronouns II






Read More
Share lewat: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Kata Kerja Transitif dan Intransitif

Akses Ilmu | 9:24 AM | 0 comments


Kata Kerja Transitif dan Intransitif



Kata Kerja Transitif dan Intransitif. Jika kita mencermati kata kerja, akan terlihat bahwa tidak semua kata kerja digunakan sama. Semua tidak menyatakan tindakan. Ada beberapa yang menunjukkan keadaan atau kondisi. Dalam klasifikasi kata kerja, ada yang disebut sebagai kata kerja Transitif dan Intransitif. Kedua golongan kata kerja ini sering menimbulkan kerancuan jika tidak dipahami dengan baik. 









Kata kerja transitif bisa didefinisikan sebagai kata kerja yang harus diikuti objek untuk melengkapi maknanya, dan untuk mengalami tindakan yang dinyatakan. Kebanyakan kata kerja dalam bahasa Inggris termasuk kata kerja transitif. 





Kata kerja transitif = subjek + verb + objek


 


Kata kerja transitif melibatkan bukan hanya subjek, tetapi juga seseorang atau sesuatu yang lain, yakni objek. Contoh:


  • I take my books to class (take adalah KK intransitif dan objeknya adalah my books)

  • They played chess last night (play adalah KK intransitif dan objeknya adalah chess)

  • He has many friends

  • She admires Angelina most

  • Green suits you

  • They have not raised the standard of living much

  • I support the government






Beberapa KK transitif bisa memiliki dua objek, yakni satu objek tak-langsung yang diikuti satu objek langsung, contoh:


  • He brings me my lunch in the bad.

  • She promises me a job as a salesman

  • I lend my younger brother all the money I had






Kita juga bisa membalik urutan objek-objek dan menempatkan objek langsung terlebih dahulu dengan menambahkan preposisi to sebelum objek tidak langsung, contoh:


  • I lend all the money to my younger brother

  • She teaches English to all the students in the class







Kata kerja intransitif bisa didefinisikan sebagai kata kerja sudah lengkap dengan sendirinya, atau yang dilengkapi dengan kata-kata lain tanpa memerlukan sebuah objek. 





Kata Kerja Intransitif = subjek + kata kerja


 


Jika sebuah tindakan hanya berkaitan dengan satu orang atau hal, maka Anda hanya menyebutkan orang atau hal yang melakukan tindakan tersebut (subjek) dan tindakan itu sendiri (kata kerja). Jadi kata intransitif bisa disebut sebagai kata kerja yang menjelaskan tindakan. Contoh:


  • They slept soundly (kata kerja slept tidak diikuti objek)

  • I waited and waited, but nobody comes (waited dan comes tidak diikuti objek)






Banyak kata kerja intransitif menunjukkan perilaku atau pergerakan fisik. Contoh:


  • As the boys arrived, the girls departed

  • The wind subsided, the sun came out and the water receded

  • He wept bitterly on hearing this news






Pada contoh terakhir terlihat bahwa KK intransitif sering diikuti oleh sebuah frase preposisional atau adverbal yang memberikan lebih banyak informasi tentang tindakan tersebut – kapan terjadi, dimana, bagaimana, dan apa akibatnya, dst. Bandingan contoh-contoh berikut:


  • I arrived at the station at a quarter past three.

  • He travelled south with all possible speed.

  • Katie was standing in the corner and Justin was lying on the bed.

  • It happened yesterday. Vicky had behaved quite unacceptably.

  • She could not remain in her company, so she turned and rushed out of the room.






Anda bisa mengenali bahwa sebuah kata kerja adalah KK intransitif jika tidak memiliki bentuk pasif.


Contoh:


· Andy sits in the corner when he reads. BUKAN The corner is sat when Jack reads.


· Peter arrived early. BUKAN Early was arrived Peter. 








Transitif dan intransitif


 


Beberapa kata kerja yang memiliki banyak makna bisa termasuk transitif dan intransitif tergantung pada penggunaannya. Salah satu contohnya adalah “run”. Jika kita menggunakan run dalam artian berlari, maka run merupakan intransitif.


  • Miswar ran every weekend when she was at college (ran di sini adalah intransitif)



TETAPI 





“Run” yang digunakan dalam artian menjalankan adalah sebuah transitif.


  • Bill gates runs Microsoft (run di sini adalah transitif).






Perlu diperhatikan bahwa walaupun KK transitif bisa diikuti oleh frase adverbal atau preposisional, namun KK transitif tidak bisa digunakan secara intransitif. Kita tidak bisa mengatakan:


  • The newspaper has offered

  • That does not interest

  • I still support



karena maknanya tidak lengkap. Juga kita tidak boleh menggunakan KK intransitif secara transitif. Kita tidak bisa mengatakan:


  • I will have to economise my spending

  • Her body was aching the pain

  • The sun came out the hills






- Lihat Video penjelasan Kata Kerja Transitif dan Intransitif : Transitive and Intransitive Verb I



- Lihat Video penjelasan Kata Kerja Transitif dan Intransitif : Transitive and Intransitive Verb II



- Lihat Video penjelasan Kata Kerja Transitif dan Intransitif : Transitive and Intransitive Verb III




Read More
Share lewat: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Penggunaan Either dan Neither

Akses Ilmu | 4:56 AM | 0 comments

Either dan Neither




Kata either dan neither sering menimbulkan kesulitan baik bagi penutur asli maupun bukan penutur asli bahasa Inggris. Kadang-kadang kita bisa menggunakan either dan kadang-kadang kita harus memilih antara either atau lainnya, tetapi neither yang paling sulit. 






Either… Or…

 

Either… or… digunakan untuk menawarkan pilihan diantara dua kemungkinan:


  • Either Arif or Syam will be there. (Arif atau Syam akan ada di sana).

  • Either you leave me alone or I will call the police. (Tinggalkan saya sendiri atau saya panggil polisi)

  • You should bring either coffee or tea. (Kamu harus mengantarkan kopi atau teh)

  • You can either help us or go to your room. (Kamu bisa bantu kami atau enyah dari sini)




Either bisa juga diikuti oleh of + kelompok atau one of + kelompok (dimana kelompok di sini terdiri dari dua atau lebih):


  • Either of us could do it.

  • Either one of us could do it. (Salah satu dari kita bisa melakukannya)

  • Either of you should know.

  • Either one of you should know. (Salah satu dari kalian harus tahu)




Not… either… or… menyangkal kedua kemungkinan:


  • I don’t think either Arif or Syam will be there. (Saya pikir baik Arif maupun Syam tidak akan ada di sana).

  • She doesn’t speak either English or German. (Dia tidak berbahasa Inggris maupun Jerman).




Not… either… digunakan setelah sebuah pernyataan negatif:


  • I don’t speak English. You don’t either.

  • He is not ready to go. We aren’t either.




Neither… nor…



Neither… nor… ekivalen dengan not… either… or….


  • Neither Arif nor Syam will be there.

  • She speaks neither English nor German



  • You brought neither coffee nor tea.

  • I will neither help you nor go to my room.




Neither juga bisa diikuti oleh of + kelompok atau one of + kelompok (dimana kelompok di sini terdiri dua atau lebih):


  • Neither of them is ready.

  • Neither one of them is ready



  • Neither of us has any money.

  • Neither one of us has any money.




Neither digunakan sama seperti not… either….

(A) I don’t speak German.

(B) Neither do I atau (informal: me neither)

(A) He is not ready to go.

(B) Neither are we

 



Ringkasan

 

Either berarti satu, neither berarti tak satupun, dan not either sama dengan neither. Kata or mengikuti either dan nor mengikuti neither.



- Lihat Video penjelasan Either dan Neither: English Grammar - Either & neither I



- Lihat Video penjelasan Either dan Neither: English Grammar - Either & neither II



- Lihat Video penjelasan Either dan Neither: English Grammar - Either & neither III






Read More
Share lewat: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

Conditional (Kalimat Pengandaian) – First Conditional

Akses Ilmu | 4:37 AM | 1comments





Conditional (Kalimat Pengandaian) – First Conditional



Pelajaran ini adalah lanjutan dari unit sebelumnya “Conditional (kalimat pengandaian) – Zero conditional“. Sekarang kita akan bahas tentang First conditional.



First conditional digunakan untuk pernyataan-pernyataan dan fakta-fakta yang akan menjadi kenyataan, jika kondisi tertentu dipenuhi.



First conditional memiliki bentuk if + present simple + will + kata kerja dasar. Contoh:


  • If it’s sunny, we’ll go to the beach.

  • If I have time, I’ll meet you at work.

  • If we don’t go now, we’ll be late.


Seperti dengan semua kalimat pengandaian, first conditional memiliki dua klausa, klausa if


  • “If you help us, …”


dan klausa utama


  • “…we’ll help you.”.


Kedua klausa ini bisa ditempatkan di awal kalimat:


  • “If he gets a new job we’ll move to London.” – atau juga:

  • “We’ll move to London if he gets a new job.”






Pada first conditional, will merupakan sebuah modal verb yang menunjukkan kepastian. Modal verb lainnya juga bisa digunakan untuk menunjukkan berbagai tingkat kepastian. Contoh:


  • If you like Asian food, you’ll love this restaurant. (Terdapat peluang 100% anda akan menyukai restoran tersebut)

  • If you like Asian food, you should like this restaurant. (80%)

  • If you like Asian food, you might like this restaurant. (50%)

  • If you like Asian food, you probably won’t like this restaurant. (20%)

  • If you like Asian food, you won’t like this restaurant. (0%)




- Lihat Video penjelasan  Kalimat Pengandaian 1: First Conditional I 



- Lihat Video penjelasan  Kalimat Pengandaian 2: First Conditional II

 

- Lihat Video penjelasan  Kalimat Pengandaian 3: First Conditional III



Read More
Share lewat: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
 
Support : Tips Membuat Blog
Copyright © 2011. Akses Ilmu - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger